
Bagi setiap muslim yang menginjakkan kaki di Kota Madinah Al-Munawwarah, bersujud dan memanjatkan doa di Raudhah (Taman Surga) di dalam Masjid Nabawi merupakan momen puncak yang sangat dirindukan. Rasulullah SAW bersabda:
“Antara rumahku dan mimbarku terdapat salah satu taman dari taman-taman surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Seiring dengan lonjakan jumlah jamaah dari berbagai belahan dunia, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi terus menyempurnakan sistem perizinan digital. Tujuannya adalah menjaga ketertiban, keselamatan, serta memberikan ketenangan bagi setiap jamaah saat beribadah.
Belakangan ini, publik ramai memperbincangkan pembaharuan ketentuan penerbitan tasrih (izin resmi) melalui Aplikasi Nusuk. Agar rencana perjalanan ibadah Anda berjalan lancar tanpa kendala teknis di lapangan, berikut rangkuman panduan dan regulasi terbaru yang wajib dipahami.
1. Regulasi Pembatasan: 1 Kali Izin dalam 365 Hari
Aturan utama yang kini diberlakukan secara ketat dalam algoritma aplikasi Nusuk adalah pembatasan frekuensi kunjungan ke Raudhah:
-
Ketentuan 365 Hari: Seorang pengguna akun hanya dapat mengajukan izin masuk (permit) Raudhah satu kali dalam rentang waktu 365 hari (1 tahun) kalender sejak tanggal izin terakhir diterbitkan.
-
Tujuan Kebijakan: Memberikan kesempatan yang adil dan merata bagi jutaan jamaah dari seluruh penjuru dunia yang belum pernah masuk ke Raudhah, sekaligus mengurangi kepadatan antrean ekstrem di pelataran Masjid Nabawi.
-
Catatan Penting: Jika Anda pernah menunaikan umroh dan masuk Raudhah dalam rentang waktu kurang dari satu tahun terakhir, sistem aplikasi akan secara otomatis memblokir tanggal pengajuan baru hingga masa jeda genap 365 hari.
2. Sinkronisasi Data Paspor dan Visa Aktif
Kendala yang kerap dialami jamaah saat mengunduh aplikasi Nusuk adalah kegagalan verifikasi akun. Perlu dicatat:
-
Akun Nusuk untuk jamaah mancanegara hanya dapat diaktivasi setelah Visa diterbitkan secara resmi oleh otoritas Arab Saudi.
-
Penulisan nama, nomor paspor, kewarganegaraan, dan tanggal lahir harus identik dengan data pada visa.
-
Kode verifikasi OTP (One-Time Password) saat ini dikirimkan melalui email aktif yang didaftarkan. Pastikan akses email pada ponsel Anda berfungsi dengan baik saat berada di Tanah Suci.
3. Ketentuan Jadwal Waktu Kunjungan (Pria vs. Wanita)
Otoritas pengelola Masjid Nabawi membagi jadwal pintu masuk Raudhah ke dalam beberapa time-slot terpisah untuk jamaah pria dan wanita guna menjaga privasi dan kelancaran alur:
A. Jadwal Jamaah Wanita
-
Pagi Hari: Sekitar pukul 06.00 hingga 11.00 waktu setempat (setelah waktu Isyraq hingga menjelang Zhuhur).
-
Malam Hari: Sekitar pukul 21.30 hingga 00.30 waktu setempat (setelah shalat Isya).
-
Pintu Akses: Masuk melalui pelataran utara/timur khusus wanita (umumnya melalui Gate 37 atau Gate Usman bin Affan sesuai papan petunjuk petugas).
B. Jadwal Jamaah Pria
-
Dini Hari / Pagi: Mulai pukul 01.00 dini hari hingga menjelang shalat Subuh.
-
Siang / Sore: Ba’da Zhuhur hingga menjelang waktu Maghrib.
-
Pintu Akses: Melalui Babus Salam atau Gate 1 pelataran selatan/barat.
(Catatan: Jam operasional dapat bergeser menyesuaikan musim dan dinamika kepadatan jamaah di Masjid Nabawi).
4. Tips Praktis Agar Ibadah di Raudhah Khusyuk dan Tertib
-
Hadir 30–45 Menit Lebih Awal: Datanglah ke titik antrean pelataran sebelum jam yang tertera pada permit untuk melalui proses pemindaian barcode oleh petugas (Asykar).
-
Siapkan Tangkapan Layar & Koneksi Internet: Simpan bukti izin (QR Code) di galeri ponsel untuk mengantisipasi gangguan jaringan internet di sekitar pintu masuk.
-
Fokus pada Amalan Inti: Durasi waktu di dalam karpet hijau Raudhah berkisar antara 10 hingga 15 menit per rombongan. Manfaatkan waktu berharga ini untuk shalat sunnah tahiyyatul masjid/hajat/taubat, beristighfar, serta memanjatkan doa-doa utama tanpa terdistraksi mengambil swafoto (selfie) berlebihan.
-
Patuhi Arahan Asykar: Jagalah adab dan ketertiban. Hindari berdesak-desakan, dorong-mendorong, atau menaruh barang bawaan berukuran besar.
Kesimpulan
Memahami regulasi terbaru aplikasi Nusuk adalah langkah awal agar agenda ibadah di Tanah Suci berjalan tenang dan teratur. Pastikan dokumen perjalanan Anda telah terverifikasi dengan cermat jauh hari sebelum keberangkatan.
Semoga Allah SWT memudahkan setiap niat suci para jamaah untuk bersujud di Raudhah dan menziarahi makam Baginda Rasulullah SAW dengan hati yang ikhlas dan mabrur.
